Digital Library & Archive

Ensiklopedia ABATASA

Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

Panduan Lengkap Tata Cara Sholat di Pesawat untuk Jemaah Haji dan Umrah

Perjalanan menuju Tanah Suci sering kali memakan waktu berjam-jam, bahkan belasan jam. Dalam kondisi ini, tidak sedikit jemaah yang bertanya-tanya: bagaimana cara melaksanakan sholat ketika berada di dalam pesawat?Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan kemudahan dalam beribadah, termasuk bagi musafir yang sedang dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu, meskipun berada di dalam pesawat, kewajiban sholat tetap harus dilaksanakan sesuai kemampuan.Kewajiban Sholat Tetap Berlaku dalam PerjalananSholat merupakan kewajiban utama yang tidak gugur dalam kondisi apa pun, selama seorang muslim masih berakal dan sadar. Hal ini berlaku juga bagi jemaah haji dan umrah yang sedang berada di dalam pesawat menuju Makkah atau Madinah.Allah SWT berfirman: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…” (QS. At-Taghabun: 16) Ayat ini menjadi dasar bahwa ibadah tetap dilakukan, namun disesuaikan dengan kemampuan.Menghadap Kiblat SemampunyaMenghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah sholat, namun dalam kondisi di pesawat hal ini sering kali tidak mudah dilakukan karena arah penerbangan yang terus berubah. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan untuk berusaha menghadap kiblat semampunya, terutama saat takbiratul ihram. Jika tidak memungkinkan, maka sholat tetap sah dilakukan sesuai arah yang tersedia, karena Islam memberikan kemudahan dalam kondisi seperti ini.Untuk membantu menentukan arah, jamaah dapat bertanya kepada kru pesawat, menggunakan aplikasi penunjuk kiblat, atau memperkirakan arah berdasarkan posisi pesawat. Yang terpenting bukanlah kesempurnaan arah, melainkan kesungguhan dalam menjalankan ibadah sesuai kemampuan.Sholat Bisa Dilakukan Sambil DudukDalam kondisi ruang yang terbatas di dalam pesawat, jamaah diperbolehkan melaksanakan sholat sambil duduk di kursi. Posisi ini menjadi bentuk keringanan yang diberikan dalam Islam agar ibadah tetap bisa dilakukan tanpa menyulitkan diri. Tata caranya dilakukan dengan tetap menjaga urutan gerakan sholat, yaitu rukuk dengan membungkukkan badan ke depan, kemudian sujud dengan posisi yang lebih rendah dibandingkan rukuk.Meskipun tidak dilakukan seperti sholat di lantai, gerakan ini tetap sah selama perbedaan antara rukuk dan sujud terlihat jelas, serta dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan kesadaran.Tidak Harus Berdiri Jika Tidak MemungkinkanBerdiri memang merupakan salah satu rukun dalam sholat fardhu, namun kewajiban ini dapat gugur apabila seseorang tidak mampu melakukannya. Dalam kondisi di pesawat, di mana ruang gerak sangat terbatas dan faktor keselamatan menjadi prioritas, jamaah tidak perlu memaksakan diri untuk berdiri jika tidak memungkinkan.Jika tersedia ruang dan kondisi memungkinkan, seperti di lorong pesawat, maka boleh melaksanakan sholat dengan berdiri. Namun jika tidak, sholat tetap sah dilakukan dalam posisi duduk, karena Islam tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.Boleh Menjamak dan Mengqashar SholatSebagai musafir, jamaah haji dan umrah mendapatkan keringanan berupa jamak dan qashar dalam sholat. Sholat Zuhur dapat digabung dengan Ashar, serta Maghrib dengan Isya, baik dengan cara jamak taqdim maupun ta’khir. Selain itu, sholat yang berjumlah empat rakaat seperti Zuhur, Ashar, dan Isya dapat diringkas menjadi dua rakaat (qashar).Keringanan ini merupakan bentuk rahmat dari Allah SWT agar ibadah tetap dapat dijalankan dengan mudah selama perjalanan panjang, tanpa mengurangi nilai dan keutamaan sholat itu sendiri.Menentukan Waktu Sholat di PesawatMenentukan waktu sholat saat berada di dalam pesawat memang memerlukan perhatian lebih, karena tidak adanya penanda waktu seperti adzan atau aktivitas sekitar. Namun jamaah tetap dapat memperkirakan waktu dengan melihat posisi matahari, menggunakan aplikasi jadwal sholat, atau bertanya kepada kru pesawat.Beberapa maskapai juga memberikan informasi waktu sholat kepada penumpang. Yang terpenting adalah tetap berusaha melaksanakan sholat dalam waktunya semampu mungkin, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.Menjaga Kekhusyukan dan KesederhanaanMeskipun berada di dalam pesawat dengan berbagai keterbatasan, jamaah tetap dianjurkan untuk menjaga kekhusyukan dalam sholat. Suasana yang tidak ideal bukanlah penghalang untuk menghadirkan hati yang tenang dan fokus kepada Allah. Justru dalam kondisi seperti ini, seorang hamba diuji untuk tetap mengingat Allah di mana pun berada.Sholat di perjalanan mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah tidak ditentukan oleh tempat, melainkan oleh keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beribadah.Tata Cara Sholat di Pesawat Secara PraktisSetelah memahami prinsip dan kemudahan dalam sholat di pesawat, berikut tata cara pelaksanaannya yang bisa dilakukan oleh jamaah dalam kondisi duduk:Takbiratul ihram, dilakukan sambil duduk di kursi dengan mengangkat tanganBersedekap, kemudian membaca doa iftitahMembaca Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan salah satu surah dalam Al-Qur’anRukuk, dilakukan dengan membungkukkan badan ke depanI’tidal, kembali ke posisi duduk tegakSujud, dilakukan dengan posisi badan lebih condong ke bawah dibandingkan rukukDuduk di antara dua sujud, tetap dalam posisi duduk di kursiMelakukan gerakan yang sama pada rakaat berikutnyaSholat diakhiri dengan salamSholat di pesawat adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Dalam setiap keterbatasan, selalu ada jalan untuk tetap beribadah.Maka, jangan tinggalkan sholat meskipun sedang dalam perjalanan. Justru di sanalah nilai penghambaan semakin terasa—ketika seorang hamba tetap mengingat Allah di tengah perjalanan panjang menuju rumah-Nya.

Oleh Penulis Aba Tour
Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

Hal-Hal yang Disunnahkan Nabi Muhammad SAW Saat Umrah, Menyempurnakan Ibadah dengan Tuntunan Sunnah

Ibadah umrah bukan hanya tentang melaksanakan rukun dan wajibnya saja, tetapi juga tentang bagaimana seorang jamaah berusaha menyempurnakannya dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Di setiap rangkaian ibadah, terdapat amalan-amalan yang dicontohkan oleh beliau yang jika diamalkan akan menambah nilai pahala dan kesempurnaan ibadah.Di Tanah Suci, khususnya di Masjidil Haram, setiap langkah yang mengikuti sunnah menjadi bentuk kecintaan seorang hamba kepada Nabi Muhammad ﷺ sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT.Makna Mengikuti Sunnah dalam UmrahMengikuti sunnah bukan sekadar meniru, tetapi menghadirkan kesadaran bahwa ibadah dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21)Para ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa mengikuti sunnah dalam ibadah akan menyempurnakan amalan yang wajib dan menjadi sebab diterimanya ibadah tersebut.Hal-Hal yang Disunnahkan Saat UmrahBerikut amalan-amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ selama umrah:Mandi dan Memakai Wewangian Sebelum IhramSebelum memasuki keadaan ihram, Rasulullah ﷺ memberikan contoh yang sangat indah tentang pentingnya kebersihan dan kesiapan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Beliau mandi dan memakai wewangian sebelum berniat ihram, sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah yang akan dijalankan. Amalan ini menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi jamaah yang akan memulai umrah maupun haji.Memperbanyak Talbiyah: Menjawab Panggilan Allah Sepanjang PerjalananSetelah seorang jamaah berniat ihram, maka ia dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah. Talbiyah bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan pernyataan langsung seorang hamba bahwa ia memenuhi panggilan Allah SWT untuk datang ke Tanah Suci.Di sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram, lantunan talbiyah menjadi dzikir utama yang terus dihidupkan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.Idtiba’ dan Ramal Saat Tawaf (Khusus Laki-laki)Dalam pelaksanaan tawaf di Masjidil Haram, terdapat dua amalan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, yaitu idtiba’ dan ramal. Keduanya menjadi bagian dari kesempurnaan tawaf, khususnya pada tawaf umrah atau tawaf qudum (tawaf kedatangan).Meskipun tidak termasuk rukun, amalan ini memiliki nilai historis, simbolis, dan spiritual yang sangat kuat dalam ibadah.Mencium atau Mengisyaratkan Hajar Aswad: Sunnah yang Sarat Makna TauhidSalah satu amalan sunnah yang sangat dikenal dalam tawaf di Masjidil Haram adalah mencium Hajar Aswad. Setiap kali jamaah melewati titik ini, dianjurkan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti Nabi).Namun, di balik amalan yang terlihat sederhana ini, terdapat makna yang sangat dalam tentang tauhid, ketaatan, dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah TawafSetelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf di Masjidil Haram, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebagai bentuk penyempurna ibadah tawaf.Amalan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan setelah tawaf.Tahallul dengan Mencukur Rambut (Halq) Lebih Utama dari Memendekkan (Taqsir)Tahallul adalah penutup dari rangkaian ibadah umrah, yaitu dengan mencukur atau memendekkan rambut setelah menyelesaikan tawaf dan sa’i di Masjidil Haram. Pada tahap inilah seorang jamaah keluar dari keadaan ihram dan kembali diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang.Meskipun terlihat sederhana, tahallul memiliki kedudukan penting karena menjadi tanda sempurnanya ibadah umrah seseorang.Hikmah Mengamalkan Sunnah Saat UmrahMenghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam setiap rangkaian umrah bukan sekadar pelengkap ibadah, tetapi merupakan jalan untuk meraih kesempurnaan penghambaan kepada Allah SWT. Di tengah suasana sakral di Masjidil Haram, setiap sunnah yang diamalkan menjadi bukti nyata kecintaan seorang hamba kepada Nabi Muhammad ﷺ.Lebih dari itu, sunnah menghadirkan dimensi ruhani yang membuat ibadah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga hidup secara makna.Hal-hal yang disunnahkan Rasulullah ﷺ saat umrah adalah pelengkap yang menyempurnakan ibadah. Dengan mengamalkannya, jamaah tidak hanya menjalankan umrah secara sah, tetapi juga mengikuti jejak Nabi dalam setiap langkahnya.

Oleh Penulis Aba Tour
Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

6 Adab Meminum Air Zam-Zam Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Dalil dan Maknanya

Air zam-zam bukan sekadar air biasa. Ia adalah air yang penuh keberkahan, yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang umat Islam sejak zaman Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar.Bagi para jamaah umrah dan haji, meminum air zam-zam bukan hanya untuk melepas dahaga, tetapi juga menjadi momen spiritual yang penuh makna. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa ada adab-adab tertentu saat meminumnya.Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda: “Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah No. 3062, dinilai hasan oleh sebagian ulama). Oleh karena itu, meminumnya pun tidak boleh sembarangan. Ada adab-adab yang dianjurkan agar keberkahannya semakin sempurna.Berikut penjelasannya:Berniat dan Berdoa Sebelum MeminumSalah satu keistimewaan terbesar air zam-zam adalah bahwa ia tidak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga menjadi wasilah terkabulnya doa. Rasulullah ﷺ bersabda:“Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah No. 3062)Hadits ini bukan sekadar anjuran, tetapi sebuah peluang besar yang sering kali tidak dimaksimalkan oleh jamaah. Banyak orang meminum air zam-zam hanya sebagai rutinitas, tanpa menghadirkan niat dan harapan di dalam hati.Padahal, para ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini mencakup berbagai kebutuhan hidup, baik dunia maupun akhirat. Artinya, saat meminum air zam-zam, seseorang bisa berniat:memohon kesembuhan dari penyakitmemohon kelapangan rezekimemohon keteguhan imanbahkan memohon kemudahan dalam urusan hidupMomen ini adalah salah satu waktu yang sangat personal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, hadirkan doa dengan penuh keyakinan, seolah-olah itulah saat di mana doa Anda benar-benar didengar.Menghadap Ke Kiblat Saat MinumMenghadap kiblat bukan hanya dilakukan saat shalat, tetapi juga merupakan bentuk adab dalam berbagai ibadah, termasuk saat meminum air zam-zam.Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas ketika meminum air zam-zam, beliau:berdirimenghadap kiblatkemudian berdoa dengan sungguh-sungguh(Riwayat Al-Hakim An-Naisaburi dalam Al-Mustadrak)Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak memandang remeh momen meminum air zam-zam. Mereka menjadikannya sebagai bagian dari ibadah yang penuh kesadaran.Menghadap kiblat saat minum mengandung makna:menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allahmenghadirkan kekhusyukan dalam hatiserta menunjukkan kesungguhan dalam berdoaIni adalah adab yang sederhana, tetapi jika dilakukan dengan penuh kesadaran, dapat mengubah aktivitas minum menjadi momen spiritual yang mendalam.Membaca Basmalah dan Menggunakan Tangan KananDalam Islam, hal-hal kecil sekalipun memiliki nilai ibadah jika dilakukan sesuai sunnah. Termasuk dalam hal makan dan minum.Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya…” (HR. Muslim No. 2020)Adab ini juga berlaku saat meminum air zam-zam. Menggunakan tangan kanan bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi merupakan bentuk ketaatan dan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah ﷺ.Selain itu, dianjurkan untuk membaca “Bismillah” sebelum minum. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa setiap nikmat berasal dari Allah.Menggabungkan dua hal ini—basmalah dan tangan kanan—memberikan makna:memulai dengan mengingat Allahmengikuti tuntunan Rasulserta menjaga adab dalam setiap aktivitasHal kecil ini sering dianggap sepele, tetapi justru di situlah letak keberkahan yang sering luput dari perhatian.Minum dalam Tiga Kali TegukanRasulullah ﷺ memiliki kebiasaan minum dengan tiga kali tegukan, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.Beliau tidak minum sekaligus, melainkan:minumberhenti sejenakkemudian melanjutkan kembaliSecara medis, cara ini lebih baik untuk tubuh karena:memberi waktu bagi sistem pencernaanmencegah tersedakdan membantu penyerapan air secara optimalNamun, dari sisi spiritual, ada makna yang lebih dalam:mengajarkan ketenanganmelatih kesabaranserta menghadirkan kesadaran dalam setiap tegukanKetika air yang diminum adalah air zam-zam, maka setiap tegukan seharusnya tidak terburu-buru. Nikmati, resapi, dan hadirkan rasa syukur dalam setiap tetesnya.Minum Hingga KenyangAir zam-zam memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki air biasa. Rasulullah ﷺ bersabda:“Perbedaan antara kita dan orang-orang munafik adalah mereka tidak minum air zam-zam sampai kenyang.” (HR. Ibnu Majah No. 1017)Hadits ini menunjukkan bahwa minum hingga kenyang bukan hanya diperbolehkan, tetapi juga dianjurkan sebagai bentuk keyakinan terhadap keberkahan air zam-zam.Para ulama menjelaskan bahwa:rasa kenyang dari air zam-zam adalah tanda keberkahandan bentuk kepercayaan bahwa air tersebut membawa manfaatNamun, penting untuk tetap bijak:tidak memaksakan dirimenyesuaikan dengan kondisi tubuhMinum hingga kenyang bukan sekadar fisik, tetapi juga simbol keyakinan bahwa apa yang Allah berikan melalui air zam-zam adalah sesuatu yang istimewa.Mengucapkan Alhamdulillah Setelah MinumSetelah menikmati air zam-zam, adab yang sering terlupakan adalah mengucapkan rasa syukur.Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang makan lalu ia memuji-Nya…” (HR. Muslim No. 2734)Mengucapkan “Alhamdulillah” bukan hanya ucapan, tetapi pengakuan bahwa:kita tidak memiliki apa-apa tanpa izin Allahbahkan seteguk air pun adalah nikmatDalam konteks zam-zam, rasa syukur ini menjadi lebih dalam karena:tidak semua orang bisa datang ke Tanah Sucitidak semua orang bisa merasakan langsung air zam-zamMeminum air zam-zam adalah momen yang tidak semua orang dapatkan. Ia adalah perpaduan antara sejarah, ibadah, dan doa yang menyatu dalam satu tegukan. Dengan memahami adab-adabnya, semoga setiap tegukan air zam-zam yang kita minum menjadi sumber keberkahan, penguat iman serta jalan terkabulnya doa-doa kitaBagi Anda yang merindukan pengalaman spiritual ini, pastikan perjalanan ibadah Anda dipersiapkan dengan baik, agar setiap amalan tidak hanya dilakukan, tetapi juga dipahami maknanya.

Oleh Penulis Aba Tour
Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

10 Hal yang Hanya Bisa Anda Rasakan Saat Umrah, Nomor Terakhir Paling Menggetarkan Hati

Umrah bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ia adalah pengalaman spiritual yang menghadirkan perasaan, makna, dan kesadaran baru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Banyak hal yang hanya bisa dirasakan langsung ketika seseorang berada di tanah suci, dan itulah yang membuat Umrah begitu istimewa dan dirindukan.1. Ibadah yang Bisa Dilakukan Kapan SajaSalah satu keistimewaan Umrah adalah fleksibilitas waktunya. Berbeda dengan haji yang terikat pada waktu tertentu, Umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Hal ini memberikan kesempatan luas bagi umat Islam untuk segera memenuhi panggilan hati menuju Baitullah tanpa harus menunggu antrean panjang.2. Lautan Manusia yang Menyatukan DuniaDi Makkah dan Madinah, jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul dalam satu tujuan. Perbedaan bahasa, warna kulit, dan budaya melebur menjadi satu dalam harmoni ibadah. Di hadapan Ka'bah, semua manusia setara sebagai hamba Allah.3. Kebersamaan yang Terasa Sangat NyataDalam setiap rangkaian ibadah seperti tawaf dan sa’i, jamaah saling terhubung tanpa harus saling mengenal. Ada rasa kebersamaan yang kuat, saling membantu, dan saling mendoakan. Inilah ukhuwah yang benar-benar terasa, bukan sekadar konsep.4. Menyentuh Langsung Jejak Sejarah IslamUmrah membawa Anda ke tempat-tempat bersejarah yang selama ini hanya dibaca dalam kisah. Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga Jabal Thur menjadi saksi nyata perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Setiap langkah terasa lebih bermakna karena terhubung dengan sejarah besar Islam.5. Doa yang Terasa Lebih Dekat untuk DikabulkanBanyak jamaah merasakan bahwa doa di tanah suci memiliki kekuatan yang berbeda. Dalam suasana yang khusyuk, hati menjadi lebih lembut dan penuh harap. Momen ini sering menjadi titik di mana seseorang benar-benar “berbicara” dengan Tuhannya.6. Keutamaan Umrah dalam Hadis NabiRasulullah SAW menjelaskan keutamaan Umrah dalam berbagai hadis. Beliau bersabda bahwa satu Umrah ke Umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim). Dalam hadis lain disebutkan bahwa Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji bersama Rasulullah SAW (HR. Sahih Bukhari). Bahkan jamaah Umrah disebut sebagai tamu Allah yang doanya diijabah.7. Umrah Mabrur, Kemuliaan yang Terbawa PulangUmrah yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan akan melahirkan perubahan dalam diri. Inilah yang disebut Umrah mabrur. Tanda-tandanya bukan hanya saat di tanah suci, tetapi setelah pulang—akhlak menjadi lebih baik, ibadah lebih konsisten, dan hati lebih tenang.8. Momen Introspeksi yang Sulit Didapat di Tempat LainDi tengah kesederhanaan ibadah, seseorang diajak untuk merenungi hidupnya. Tawaf dan sa’i bukan hanya ritual, tetapi perjalanan batin untuk mengenali diri, menyesali kesalahan, dan memperbaiki arah kehidupan.9. Pertemuan dengan Dunia dalam Satu TempatUmrah mempertemukan Anda dengan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Dari interaksi sederhana, Anda bisa belajar tentang budaya, bahasa, dan kehidupan mereka. Ini menjadi pengalaman yang memperluas wawasan dan memperkaya perspektif.10. Perasaan Pulang dengan Hati yang BerbedaInilah yang paling dirasakan banyak jamaah. Umrah bukan hanya tentang berangkat, tetapi tentang bagaimana Anda kembali. Ada ketenangan yang tidak biasa, ada kekuatan baru, dan ada kerinduan untuk kembali lagi ke tanah suci.Pada akhirnya, Umrah adalah perjalanan yang tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga mengubah cara seseorang memandang hidup. Ia mengajarkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kedekatan dengan Allah SWT. Setiap langkah di tanah suci adalah doa, dan setiap momen adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.(*/ABA-01)

Oleh Penulis Aba Tour
Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

Jenis-Jenis Kurma yang Disunnahkan Nabi Muhammad SAW: Keutamaan, Ragam, dan Hikmahnya

Kurma bukan sekadar buah yang identik dengan Timur Tengah. Dalam Islam, kurma memiliki kedudukan istimewa karena sering disebut dalam Al-Qur’an dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Rasulullah ﷺ. Bahkan, beberapa jenis kurma memiliki keutamaan khusus yang dianjurkan untuk dikonsumsi.Di kota suci Madinah, kurma menjadi salah satu makanan pokok yang tidak terpisahkan dari tradisi dan ibadah umat Islam. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengonsumsi kurma, tetapi juga memberikan tuntunan tentang jenis dan cara mengonsumsinya.Kurma dalam Sunnah Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ dikenal sangat menyukai kurma. Dalam berbagai riwayat hadits, beliau menjadikan kurma sebagai:Makanan berbuka puasaSarapan pagiSumber energi alamiSalah satu hadits yang terkenal menyebutkan:“Barangsiapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” HR. Imam Bukhari dan Imam MuslimJenis-Jenis Kurma yang DisunnahkanKurma Ajwa (Kurma Nabi)Kurma Ajwa adalah jenis kurma yang paling terkenal dalam sunnah Rasulullah ﷺ.Berasal dari MadinahBerwarna hitam pekatTeksturnya lembut dan rasanya tidak terlalu manisRasulullah ﷺ bersabda: “Kurma Ajwa berasal dari surga, dan ia adalah penawar racun.” (HR. Tirmidzi)Kurma ini sering disebut sebagai “kurma Nabi” karena keutamaannya yang luar biasa, baik secara spiritual maupun kesehatan.Kurma Rutab (Kurma Basah)Rutab adalah kurma yang masih segar dan memiliki kadar air tinggi.Teksturnya lembutRasanya manis alamiBiasanya dikonsumsi sebelum benar-benar keringRasulullah ﷺ sangat menyukai rutab, bahkan sering mengonsumsinya bersama makanan lain.Kurma Tamr (Kurma Kering)Tamr adalah kurma yang sudah matang sempurna dan dikeringkan.Lebih tahan lamaRasa manis lebih kuatMudah disimpan dan dibawaKurma jenis ini sering digunakan Rasulullah ﷺ untuk berbuka puasa jika tidak menemukan rutab.Hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan bahwa: Rasulullah berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air.Kurma dengan Jumlah GanjilSelain jenisnya, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan cara mengonsumsi kurma, yaitu dengan jumlah ganjil: 1, 3, 5, atau 7 butirIni menjadi sunnah yang sering diamalkan oleh umat Islam. Dijelaskan dalam riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah ﷺ menyukai bilangan ganjil dalam berbagai hal.Penjelasan Ulama tentang Kurma AjwaPara ulama seperti Imam Nawawi dalam syarah hadits menjelaskan bahwa: Keutamaan perlindungan dari racun dan sihir berlaku khusus untuk kurma Ajwa Madinah. Hal ini merupakan bentuk keberkahan yang Allah berikanSementara ulama lain seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa: Hadits ini menunjukkan keutamaan makanan tertentu dalam sunnah Sekaligus menjadi bukti adanya keberkahan pada makanan yang dikonsumsi Rasulullah ﷺHikmah Mengonsumsi Kurma dalam SunnahMengonsumsi kurma bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga mengandung nilai ibadah:Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ Setiap makanan yang dicontohkan Rasulullah memiliki nilai ibadah jika diniatkan.Sumber Energi Alami, Kurma kaya akan gula alami, sangat baik untuk memulihkan energi, terutama saat puasa.Simbol Kesederhanaan. Meskipun sederhana, kurma menjadi makanan utama Rasulullah ﷺ, menunjukkan gaya hidup yang tidak berlebihan.Mengandung Keberkahan. Beberapa jenis kurma seperti Ajwa memiliki keutamaan khusus yang tidak dimiliki makanan lain.Kurma adalah makanan yang tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dari kurma Ajwa, rutab, hingga tamr, semuanya memiliki tempat dalam sunnah Rasulullah ﷺ.Dengan memahami jenis-jenis kurma yang dianjurkan, umat Islam tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh Penulis Aba Tour
Kota-Kota Bersejarah

Encyclopedia Entry • 2026

Istanbul - Turki, Kota Penaklukan yang Mengubah Sejarah Dunia Islam

Dalam sejarah Islam, ada satu kota yang menjadi simbol perubahan besar dalam peradaban dunia. Kota itu adalah Istanbul. Kota yang dahulu bernama Konstantinopel ini menjadi saksi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, yaitu penaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 M.Penaklukan tersebut bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga menandai lahirnya era baru dalam peradaban Islam. Sejak saat itu, Istanbul berkembang menjadi pusat kekhalifahan Islam, pusat perdagangan dunia, serta pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan selama berabad-abad.Konstantinopel: Kota Impian PenaklukanSebelum menjadi Istanbul, kota ini dikenal sebagai Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium yang sangat kuat. Kota ini memiliki posisi geografis yang sangat strategis, terletak di antara dua benua, yaitu Asia dan Eropa.Konstantinopel juga menjadi jalur perdagangan penting yang menghubungkan:AsiaEropaTimur TengahAfrikaKarena posisinya yang strategis, Konstantinopel menjadi kota yang sangat sulit ditaklukkan. Kota ini dikelilingi benteng besar yang terkenal sangat kuat dan selama berabad-abad tidak pernah berhasil ditembus.Namun, dalam sejarah Islam terdapat sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang memberi kabar tentang penaklukan Konstantinopel:"Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya."(HR Ahmad)Hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam selama berabad-abad untuk menaklukkan Konstantinopel.Penaklukan oleh Sultan Muhammad Al-FatihPada tahun 1453 M, Sultan Muhammad II yang dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih memimpin pasukan Ottoman untuk menaklukkan Konstantinopel. Saat itu, Sultan Muhammad Al-Fatih baru berusia 21 tahun.Penaklukan ini menjadi salah satu strategi militer paling brilian dalam sejarah dunia. Salah satu strategi paling terkenal adalah ketika Sultan Muhammad Al-Fatih memindahkan kapal-kapal perang melalui daratan untuk melewati rantai besar yang menghalangi jalur laut.Strategi tersebut membuat pasukan Ottoman berhasil mengepung Konstantinopel dari berbagai arah. Setelah pengepungan selama sekitar 53 hari, Konstantinopel akhirnya berhasil ditaklukkan pada 29 Mei 1453.Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah dunia. Kekaisaran Bizantium berakhir, dan Konstantinopel berubah menjadi pusat peradaban Islam.Konstantinopel Menjadi IstanbulSetelah penaklukan, Sultan Muhammad Al-Fatih tidak menghancurkan kota tersebut. Sebaliknya, beliau membangun kembali Konstantinopel menjadi kota Islam yang maju dan toleran.Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Hagia Sophia kemudian menjadi simbol kejayaan Islam di Istanbul.Selain itu, Sultan Muhammad Al-Fatih juga:Membangun masjid-masjid besarMengembangkan pusat perdaganganMengundang ulama dan ilmuwanMembangun fasilitas pendidikanMengembangkan ekonomi kotaKonstantinopel kemudian berkembang menjadi kota baru bernama Istanbul yang menjadi pusat Kekhalifahan Ottoman.Istanbul: Pusat Kekhalifahan IslamSetelah menjadi ibu kota Ottoman, Istanbul berkembang menjadi salah satu kota paling maju di dunia. Kota ini menjadi pusat:Politik IslamEkonomi duniaIlmu pengetahuanKebudayaan IslamArsitektur IslamPada masa Kekhalifahan Ottoman, Istanbul dipenuhi bangunan megah seperti:Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque)Istana TopkapiMasjid SuleymaniyeHagia SophiaArsitektur Ottoman berkembang pesat dan menjadi salah satu warisan peradaban Islam paling indah di dunia.Istanbul sebagai Pusat Perdagangan DuniaIstanbul juga berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Letaknya yang berada di Selat Bosphorus menjadikan kota ini sebagai jalur perdagangan utama antara Timur dan Barat.Pedagang dari berbagai negara datang ke Istanbul, termasuk:Asia TengahTimur TengahAfrikaEropaPerdagangan berkembang pesat dan menjadikan Istanbul sebagai salah satu kota paling makmur di dunia.Warisan Peradaban Islam di IstanbulIstanbul menjadi simbol kejayaan Islam selama lebih dari 600 tahun di bawah Kekaisaran Ottoman. Kota ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan.Banyak ulama, ilmuwan, dan seniman berkembang di Istanbul. Kota ini juga menjadi pusat penyebaran Islam ke wilayah:Eropa TimurBalkanAfrika UtaraAsia TengahIstanbul menjadi bukti bahwa Islam pernah menjadi kekuatan besar yang memengaruhi dunia.Istanbul dalam Sejarah Dunia IslamPenaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai kebangkitan besar dunia Islam setelah masa Abbasiyah.Istanbul kemudian menjadi pusat kekhalifahan Islam terakhir sebelum berakhirnya Kekhalifahan Ottoman pada tahun 1924.Namun hingga hari ini, Istanbul tetap menjadi salah satu kota Islam paling bersejarah di dunia.Istanbul bukan hanya kota.Istanbul adalah simbol kemenangan, kejayaan, dan peradaban Islam yang mengubah sejarah dunia.ReferensiPhilip K. Hitti, History of the ArabsHalil Inalcik, The Ottoman Empire: The Classical AgeCaroline Finkel, Osman's Dream: The History of the Ottoman EmpireMarshall Hodgson, The Venture of IslamBernard Lewis, The Emergence of Modern Turkey

Oleh Penulis Aba Tour
Kota-Kota Bersejarah

Encyclopedia Entry • 2026

Baghdad, Kota Peradaban Islam yang Pernah Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan Dunia

Dalam sejarah peradaban manusia, hanya sedikit kota yang pernah mencapai tingkat kejayaan seperti Baghdad. Kota ini bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, ekonomi, dan peradaban dunia selama berabad-abad. Pada masa kejayaannya, Baghdad dikenal sebagai kota paling maju di dunia dan menjadi jantung peradaban Islam yang memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan global.Di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah, Baghdad menjelma menjadi metropolis intelektual yang melahirkan berbagai inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kota yang kemudian dijuluki sebagai Kota Seribu Satu Malam ini berdiri di dataran subur Irak yang dilalui Sungai Tigris. Secara geografis, Baghdad terletak di sebelah utara Sungai Efrat dan di barat laut Teluk Persia, menjadikannya lokasi strategis untuk pertanian, perdagangan, dan pengembangan peradaban.Sejarah Awal BaghdadWilayah Baghdad telah dihuni manusia sejak sekitar 4000 tahun sebelum Masehi. Sepanjang sejarahnya, wilayah ini pernah dikuasai oleh berbagai peradaban besar seperti Persia, Yunani, dan Romawi. Pergantian kekuasaan tersebut menjadikan wilayah Baghdad sebagai tempat pertemuan budaya dan ilmu pengetahuan sejak masa awal.Perubahan besar terjadi ketika Islam menaklukkan wilayah Irak pada tahun 634 M. Atas perintah Khalifah Umar bin Khattab, panglima Islam Khalid bin Walid berhasil menaklukkan wilayah Persia, termasuk kawasan Baghdad. Islam kemudian diterima oleh masyarakat setempat dan mulai berkembang di wilayah tersebut.Namun pada masa awal, Baghdad belum menjadi kota penting. Umat Islam lebih memilih Kufah dan Basrah sebagai pusat pertahanan dan pemerintahan. Baghdad pada masa itu masih berupa perkampungan kecil yang belum memiliki peran strategis.Lahirnya Ibu Kota Dinasti AbbasiyahPeranan Baghdad mulai berubah ketika Dinasti Abbasiyah menggulingkan Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus. Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur, khalifah kedua Dinasti Abbasiyah, memutuskan untuk membangun ibu kota baru yang lebih strategis dan aman.Pada tahun 762 M, Khalifah Al-Mansur mulai membangun Baghdad dari sebuah perkampungan kecil menjadi kota baru yang dirancang secara modern. Pemilihan Baghdad sebagai ibu kota didasarkan pada berbagai pertimbangan, termasuk faktor politik, keamanan, sosial, dan geografis.Kufah dan Basrah tidak dipilih karena kedua kota tersebut merupakan basis politik lawan Dinasti Abbasiyah. Sebelum pembangunan dimulai, Khalifah Al-Mansur mengirimkan para ahli untuk meneliti kondisi tanah, udara, dan lingkungan Baghdad. Setelah dinilai layak, pembangunan kota pun dimulai secara besar-besaran.Sebanyak sekitar 100.000 pekerja dikerahkan untuk membangun Baghdad. Para pekerja tersebut terdiri dari arsitek, tukang batu, tukang kayu, dan pemahat yang didatangkan dari berbagai wilayah seperti Suriah, Mosul, Kufah, Basrah, dan Iran. Dana yang digunakan untuk pembangunan mencapai sekitar 3,88 juta dirham, jumlah yang sangat besar pada masa itu.Kota Bundar yang MegahSalah satu keunikan Baghdad adalah desain kotanya yang berbentuk bundar. Karena itu, Baghdad dikenal sebagai Kota Bundar. Kota ini dibangun dengan sistem pertahanan yang kuat dan modern.Baghdad dikelilingi dua lapis tembok besar dengan tinggi mencapai sekitar 90 kaki. Di luar tembok dibangun parit yang berfungsi sebagai benteng pertahanan sekaligus saluran air. Sistem ini mengingatkan pada strategi pertahanan Perang Khandaq pada masa Rasulullah SAW.Di pusat kota berdiri istana megah Khalifah yang dikenal dengan nama Al-Qasr Az-Zahabi atau Istana Emas. Keindahan istana ini menjadi simbol kejayaan Dinasti Abbasiyah. Di samping istana berdiri Masjid Jami Al-Mansur dengan luas sekitar 100 x 100 meter dan kubah menjulang tinggi mencapai sekitar 130 kaki.Kota Baghdad juga dilengkapi berbagai fasilitas penting seperti kantor pemerintahan, pusat keamanan, pasar perdagangan, serta permukiman masyarakat. Untuk memasuki kota, tersedia empat gerbang utama yaitu Gerbang Kufah, Gerbang Syam, Gerbang Basrah, dan Gerbang Khurasan. Setiap gerbang dilengkapi menara pengawas dan dihiasi ukiran arsitektur yang indah.Khalifah Al-Mansur menyebut kota ini sebagai Madinah As-Salam yang berarti Kota Perdamaian.Masa Keemasan BaghdadSetelah wafatnya Khalifah Al-Mansur, pembangunan Baghdad terus berlanjut. Kota ini berkembang menjadi pusat peradaban dunia pada abad ke-8 hingga ke-9 M.Puncak kejayaan Baghdad terjadi pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Khalifah Al-Ma'mun. Pada masa ini, Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya, dan politik dunia Islam.Ilmu pengetahuan berkembang pesat di Baghdad. Kota ini melahirkan banyak ilmuwan besar seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, Al-Razi, Al-Farabi, dan Al-Biruni. Mereka mengembangkan berbagai ilmu seperti matematika, kedokteran, astronomi, kimia, dan filsafat.Transfer ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia, dan India juga dilakukan secara besar-besaran melalui kegiatan penerjemahan. Hal ini menjadikan Baghdad sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dunia.Sebagai metropolis intelektual, Baghdad dilengkapi berbagai fasilitas publik modern seperti rumah sakit, perpustakaan, pusat penelitian, museum, dan universitas. Aktivitas perdagangan juga berkembang pesat sehingga Baghdad menjadi pusat ekonomi internasional.Pada masa yang sama, sebagian besar wilayah Eropa masih berada dalam masa kegelapan. Sementara itu, Baghdad telah menjadi kota modern yang menjadi pusat perkembangan peradaban dunia.Baghdad sebagai Jantung Peradaban DuniaBaghdad tidak hanya menjadi pusat peradaban Islam, tetapi juga pusat peradaban dunia. Banyak ilmu pengetahuan yang berkembang di Baghdad kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan dibawa ke Eropa. Proses ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong kebangkitan Renaissance di Eropa.Baghdad menjadi simbol kejayaan Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, budaya, ekonomi, arsitektur, dan teknologi. Kota ini membuktikan bahwa peradaban Islam pernah memimpin dunia dalam kemajuan ilmu dan peradaban.Baghdad bukan sekadar kota dalam sejarah. Baghdad adalah simbol kejayaan peradaban Islam yang pernah menerangi dunia.ReferensiSyamruddin Nasution, Sejarah Peradaban IslamPhilip K. Hitti, History of the ArabsMarshall Hodgson, The Venture of IslamJonathan Lyons, The House of WisdomIra M. Lapidus, A History of Islamic Societies

Oleh Penulis Aba Tour
Panduan Haji dan Umroh

Encyclopedia Entry • 2026

Doa-Doa yang Dianjurkan Rosulullah Saat Ibadah Umrah

Umrah bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati yang dipenuhi dengan doa dan harapan. Di setiap langkah, mulai dari niat ihram hingga tahallul, terdapat kesempatan bagi seorang hamba untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.Di tengah suasana khusyuk di Masjidil Haram, Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan doa dan dzikir yang dapat diamalkan oleh setiap jamaah. Doa-doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi cerminan ketundukan dan harapan seorang hamba kepada Rabb-nya.Umrah: Ibadah yang Dipenuhi DoaSalah satu keistimewaan umrah adalah luasnya kesempatan untuk berdoa. Tidak semua bacaan harus kaku dan baku, namun Rasulullah ﷺ memberikan beberapa contoh doa yang dianjurkan di momen-momen tertentu.Dengan mengikuti tuntunan beliau, ibadah umrah menjadi lebih hidup, lebih khusyuk, dan lebih bermakna.Doa Saat Memulai Ihram (Talbiyah): Menjawab Panggilan AllahPerjalanan umrah sejatinya dimulai bukan dari langkah kaki, tetapi dari niat yang terucap dan hati yang terpanggil. Ketika seorang jamaah berada di miqat dan mengenakan pakaian ihram, saat itulah ia memasuki fase baru—fase penghambaan total kepada Allah SWT.Di momen inilah, jamaah dianjurkan untuk mengumandangkan talbiyah, sebuah doa yang menjadi simbol jawaban atas panggilan Allah. Suara talbiyah yang menggema di sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram bukan hanya lafadz, tetapi pernyataan kesiapan seorang hamba untuk memenuhi panggilan-Nya.Doa Saat Melihat Ka’bah: Momen Pertama yang Penuh Harap dan Air MataAda satu momen dalam perjalanan umrah yang seringkali tidak terlupakan—bahkan bagi mereka yang telah berkali-kali datang. Momen itu adalah ketika untuk pertama kalinya mata memandang Ka’bah secara langsung di dalam Masjidil Haram.Langkah kaki mungkin terhenti sejenak. Hati terasa bergetar. Dan tanpa disadari, air mata pun mulai mengalir. Inilah pertemuan antara seorang hamba dengan kiblat yang selama ini ia hadapi dalam setiap shalatnya.Doa Saat Tawaf: Menghidupkan Setiap Putaran dengan Harapan dan KedekatanDi tengah lantunan dzikir dan langkah kaki yang terus berputar di Masjidil Haram, tawaf menjadi salah satu momen paling istimewa dalam ibadah umrah. Di sinilah seorang hamba tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga berbicara langsung kepada Allah melalui doa-doa yang tulus dari hati.Tujuh putaran mengelilingi Ka’bah bukanlah sekadar hitungan. Setiap putaran adalah ruang doa. Setiap langkah adalah kesempatan untuk memohon, mengadu, dan berharap.Doa Saat Sa’i antara Shafa dan Marwah: Perjalanan Ikhtiar, Harapan, dan TawakkalSa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik antara dua bukit. Ia adalah perjalanan yang sarat makna—tentang usaha, kesabaran, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Di antara Bukit Shafa dan Marwah, seorang jamaah tidak hanya melangkah dengan kaki, tetapi juga melangkah dengan hati yang penuh harap.Di dalam area suci Masjidil Haram, setiap langkah sa’i mengingatkan kita pada kisah luar biasa Siti Hajar, yang berlari antara Shafa dan Marwah demi mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Dari perjuangan itulah lahir pelajaran besar tentang ikhtiar dan tawakkal.Doa di Multazam: Tempat Mustajab untuk Mengadu dan MemohonDi antara sudut-sudut mulia di Masjidil Haram, terdapat satu tempat yang begitu istimewa bagi para jamaah: Multazam. Terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, Multazam bukan sekadar lokasi, tetapi ruang penuh harap—tempat di mana doa-doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan.Di sinilah banyak jamaah menempelkan tubuhnya ke dinding Ka’bah, mengangkat tangan, dan menangis dalam doa. Bukan karena ritual semata, tetapi karena merasakan kedekatan yang begitu dalam dengan Allah SWT.Doa Saat Minum Air Zamzam: Seteguk Air, Sejuta HarapanDi antara banyak keistimewaan di Masjidil Haram, air zamzam menjadi salah satu anugerah yang tidak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga membawa keberkahan bagi setiap jamaah yang meminumnya.Air ini bukan sekadar air biasa. Ia memiliki sejarah panjang yang penuh keajaiban—berasal dari doa dan perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Dari usaha dan tawakkal itulah, Allah menghadirkan sumber kehidupan yang terus mengalir hingga hari ini.Hikmah Memperbanyak Doa Saat UmrahDi setiap rangkaian ibadah umrah—mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul—doa selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Seolah-olah, seluruh perjalanan ini adalah ruang besar bagi seorang hamba untuk berbicara, mengadu, dan berharap kepada Allah SWT.Di tengah suasana suci Masjidil Haram, doa bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi inti dari ibadah itu sendiri. Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari kebiasaan memperbanyak doa selama umrah. (ABA_02)

Oleh Penulis Aba Tour