Doa-Doa yang Dianjurkan Rosulullah Saat Ibadah Umrah
Arsip Digital • Panduan Haji dan Umroh

Doa-Doa yang Dianjurkan Rosulullah Saat Ibadah Umrah

Aba Digital Library
Penulis Official Aba
Tahun 2026
Views 0

Umrah bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati yang dipenuhi dengan doa dan harapan. Di setiap langkah, mulai dari niat ihram hingga tahallul, terdapat kesempatan bagi seorang hamba untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tengah suasana khusyuk di Masjidil Haram, Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan doa dan dzikir yang dapat diamalkan oleh setiap jamaah. Doa-doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi cerminan ketundukan dan harapan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Doa - doa umrah yang dianjurkan Rosullah saat Umrah

Umrah: Ibadah yang Dipenuhi Doa

Salah satu keistimewaan umrah adalah luasnya kesempatan untuk berdoa. Tidak semua bacaan harus kaku dan baku, namun Rasulullah ﷺ memberikan beberapa contoh doa yang dianjurkan di momen-momen tertentu.

Dengan mengikuti tuntunan beliau, ibadah umrah menjadi lebih hidup, lebih khusyuk, dan lebih bermakna.

Doa Saat Memulai Ihram (Talbiyah): Menjawab Panggilan Allah

Perjalanan umrah sejatinya dimulai bukan dari langkah kaki, tetapi dari niat yang terucap dan hati yang terpanggil. Ketika seorang jamaah berada di miqat dan mengenakan pakaian ihram, saat itulah ia memasuki fase baru—fase penghambaan total kepada Allah SWT.

Di momen inilah, jamaah dianjurkan untuk mengumandangkan talbiyah, sebuah doa yang menjadi simbol jawaban atas panggilan Allah. Suara talbiyah yang menggema di sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram bukan hanya lafadz, tetapi pernyataan kesiapan seorang hamba untuk memenuhi panggilan-Nya.

Doa Saat Melihat Ka’bah: Momen Pertama yang Penuh Harap dan Air Mata

Ada satu momen dalam perjalanan umrah yang seringkali tidak terlupakan—bahkan bagi mereka yang telah berkali-kali datang. Momen itu adalah ketika untuk pertama kalinya mata memandang Ka’bah secara langsung di dalam Masjidil Haram.

Langkah kaki mungkin terhenti sejenak. Hati terasa bergetar. Dan tanpa disadari, air mata pun mulai mengalir. Inilah pertemuan antara seorang hamba dengan kiblat yang selama ini ia hadapi dalam setiap shalatnya.

Doa Saat Tawaf: Menghidupkan Setiap Putaran dengan Harapan dan Kedekatan

Di tengah lantunan dzikir dan langkah kaki yang terus berputar di Masjidil Haram, tawaf menjadi salah satu momen paling istimewa dalam ibadah umrah. Di sinilah seorang hamba tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga berbicara langsung kepada Allah melalui doa-doa yang tulus dari hati.

Tujuh putaran mengelilingi Ka’bah bukanlah sekadar hitungan. Setiap putaran adalah ruang doa. Setiap langkah adalah kesempatan untuk memohon, mengadu, dan berharap.

Doa Saat Sa’i antara Shafa dan Marwah: Perjalanan Ikhtiar, Harapan, dan Tawakkal

Sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik antara dua bukit. Ia adalah perjalanan yang sarat makna—tentang usaha, kesabaran, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Di antara Bukit Shafa dan Marwah, seorang jamaah tidak hanya melangkah dengan kaki, tetapi juga melangkah dengan hati yang penuh harap.

Di dalam area suci Masjidil Haram, setiap langkah sa’i mengingatkan kita pada kisah luar biasa Siti Hajar, yang berlari antara Shafa dan Marwah demi mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Dari perjuangan itulah lahir pelajaran besar tentang ikhtiar dan tawakkal.

Doa di Multazam: Tempat Mustajab untuk Mengadu dan Memohon

Di antara sudut-sudut mulia di Masjidil Haram, terdapat satu tempat yang begitu istimewa bagi para jamaah: Multazam. Terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, Multazam bukan sekadar lokasi, tetapi ruang penuh harap—tempat di mana doa-doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan.

Di sinilah banyak jamaah menempelkan tubuhnya ke dinding Ka’bah, mengangkat tangan, dan menangis dalam doa. Bukan karena ritual semata, tetapi karena merasakan kedekatan yang begitu dalam dengan Allah SWT.

Doa Saat Minum Air Zamzam: Seteguk Air, Sejuta Harapan

Di antara banyak keistimewaan di Masjidil Haram, air zamzam menjadi salah satu anugerah yang tidak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga membawa keberkahan bagi setiap jamaah yang meminumnya.

Air ini bukan sekadar air biasa. Ia memiliki sejarah panjang yang penuh keajaiban—berasal dari doa dan perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Dari usaha dan tawakkal itulah, Allah menghadirkan sumber kehidupan yang terus mengalir hingga hari ini.

Hikmah Memperbanyak Doa Saat Umrah

Di setiap rangkaian ibadah umrah—mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul—doa selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Seolah-olah, seluruh perjalanan ini adalah ruang besar bagi seorang hamba untuk berbicara, mengadu, dan berharap kepada Allah SWT.

Di tengah suasana suci Masjidil Haram, doa bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi inti dari ibadah itu sendiri. Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari kebiasaan memperbanyak doa selama umrah. (ABA_02)